banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Oknum Anggota TNI AD Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur Ditangkap di Bone

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id, Kendari — Setelah sempat menjadi buronan dan memicu perhatian luas masyarakat, oknum anggota TNI AD berinisial Sertu MB yang diduga terlibat dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur akhirnya berhasil diamankan aparat gabungan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah terduga pelaku sebelumnya dikabarkan melarikan diri usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana pencabulan yang tengah ditangani aparat. Informasi penangkapan Sertu MB pun langsung menyita perhatian publik, terutama keluarga korban yang sejak awal terus mendesak agar proses hukum berjalan secara tegas dan transparan.

banner 325x300

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum ditangkap di wilayah Bone, Sulawesi Selatan, Sertu MB sempat menjalani pemeriksaan di lingkungan Kodim 1417 Kendari terkait dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Namun di tengah proses pemeriksaan, terduga pelaku disebut melarikan diri sehingga memunculkan sorotan dan kritik publik terhadap pengawasan aparat dalam penanganan perkara tersebut.

Kepergian terduga pelaku sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan keluarga korban. Berbagai pihak mempertanyakan proses pengamanan terhadap oknum aparat yang tengah menjalani pemeriksaan dalam perkara serius yang melibatkan korban anak di bawah umur.

Setelah dinyatakan melarikan diri, operasi pencarian kemudian dilakukan secara intensif oleh aparat gabungan. Upaya pencarian itu akhirnya membuahkan hasil setelah Sertu MB berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Bone.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan resmi secara rinci terkait kronologi penangkapan, lokasi pasti pengamanan, maupun tahapan proses hukum lanjutan yang akan dijalani oleh terduga pelaku.

Pihak keluarga korban menyambut penangkapan tersebut dengan harapan besar agar proses hukum benar-benar ditegakkan secara terbuka dan tanpa perlindungan terhadap pelaku.

Keluarga menilai kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut telah memberikan dampak psikologis serius terhadap korban dan keluarga, sehingga penanganannya harus dilakukan secara profesional dan berkeadilan.

“Kami hanya ingin proses hukum berjalan dengan jujur dan adil. Korban masih anak di bawah umur dan mengalami trauma yang sangat berat,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik karena selain melibatkan dugaan tindak pidana seksual terhadap anak, terduga pelaku juga diketahui merupakan oknum aparat aktif.

Sejumlah pihak pun mendesak agar institusi terkait menunjukkan komitmen dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu serta memastikan perlindungan terhadap korban selama proses hukum berlangsung.

Perkara tersebut juga kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya perlindungan anak dari kekerasan dan pelecehan seksual, termasuk perlunya pendampingan psikologis bagi korban yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

Pengamat perlindungan perempuan dan anak menilai kasus kekerasan seksual terhadap anak harus ditangani secara sensitif dengan mengutamakan kepentingan korban, mulai dari pemulihan psikologis hingga jaminan rasa aman selama proses hukum berlangsung.

Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari aparat penegak hukum dan institusi terkait untuk memastikan proses hukum terhadap terduga pelaku berjalan transparan, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai status hukum Sertu MB pascapenangkapan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Wartawan: Haikal Lenohingide

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *