Ruangwarta.id, Kendari — Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sulawesi Tenggara menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Jumat (1/5/2026) dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan asosiasi pengusaha. Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” sebagai upaya memperkuat sinergi hubungan industrial di daerah.
Acara yang berlangsung di Kendari ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Kepala Polda Sulawesi Tenggara, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sultra, Komandan Korem 143 Halu Oleo, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tenggara yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Ketua Koordinator Wilayah KSBSI Sultra, Agus Alvian, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai berlangsung aman dan kondusif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan acara tersebut.
“Kami mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, serta asosiasi pengusaha sehingga peringatan May Day tahun ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh merupakan momentum penting bagi para pekerja setiap tahunnya, tidak hanya sebagai ajang seremonial, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di Sulawesi Tenggara, yang melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat hubungan tripartit sekaligus mendorong perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, KSBSI berharap peringatan May Day ke depan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas, serta mampu meningkatkan kesadaran bersama terhadap pentingnya kesejahteraan buruh.
Peringatan May Day tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol solidaritas pekerja, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang adil dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Redaksi Ruangwarta.id


















