banner 728x250

KSBSI Kendari Tegaskan Dukungan terhadap Investasi PT WIN, Soroti Pentingnya Stabilitas Ekonomi dan Kesejahteraan Buruh Lokal

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id, Kendari — Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung iklim investasi di Sulawesi Tenggara, khususnya aktivitas pertambangan yang dijalankan oleh PT Wijaya Inti Nusantara di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua KSBSI Kota Kendari, Iswanto Sugiarto, di tengah munculnya berbagai isu dan sorotan terkait dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan perusahaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

banner 325x300

Menurut Iswanto, keberadaan investasi sektor pertambangan di wilayah Konawe Selatan sejauh ini dinilai memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya warga yang berada di kawasan lingkar tambang.

Ia mengatakan aktivitas perusahaan telah membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal serta mendorong perputaran ekonomi di wilayah sekitar operasional tambang.

“Investasi PT WIN sejauh ini telah membawa pertumbuhan ekonomi bagi daerah dan masyarakat sekitar lingkar tambang,” ujar Iswanto.

Sebagai organisasi yang bergerak dalam perlindungan hak-hak buruh dan pekerja, KSBSI menilai keberlangsungan investasi di daerah memiliki keterkaitan langsung dengan stabilitas lapangan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja lokal.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi investasi daerah agar tetap kondusif demi keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat di Konawe Selatan.

Meski demikian, Iswanto mengaku tetap menghormati berbagai kritik, aspirasi, maupun kontrol sosial yang disampaikan masyarakat dan mahasiswa terhadap aktivitas pertambangan di Sulawesi Tenggara, termasuk yang ditujukan kepada PT WIN.

Namun, menurutnya, setiap dugaan pelanggaran harus dikaji secara objektif dan berbasis data yang jelas agar tidak menimbulkan kesimpulan prematur yang berpotensi mengganggu stabilitas investasi dan kondisi sosial masyarakat.

“Kami menghargai setiap bentuk kontrol sosial terhadap aktivitas pertambangan. Tetapi dugaan tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan adanya pelanggaran tanpa data dan proses yang objektif,” katanya.

Ia menilai penyampaian kritik terhadap aktivitas perusahaan sebaiknya tetap mengedepankan solusi dan mekanisme hukum yang berlaku agar persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara proporsional tanpa merugikan masyarakat luas.

Menurut Iswanto, sektor investasi memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan lapangan pekerjaan dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

Selain menyerap tenaga kerja lokal, aktivitas investasi juga dinilai berdampak terhadap tumbuhnya sektor usaha masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan, mulai dari usaha kecil, jasa transportasi, hingga perdagangan.

Karena itu, KSBSI berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga iklim investasi yang sehat dengan tetap memperhatikan aspek hukum, lingkungan, serta kepentingan masyarakat sekitar.

“Mari kita sama-sama mengawal investasi di Sulawesi Tenggara, termasuk PT WIN, demi keberlangsungan hidup dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Konawe Selatan,” tutupnya.

Sebelumnya, aktivitas pertambangan PT WIN di wilayah Torobulu sempat menjadi sorotan sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat yang mempertanyakan legalitas operasional perusahaan serta dampak lingkungan di sekitar area tambang.

Berbagai pihak pun mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan seluruh aktivitas investasi berjalan sesuai aturan hukum dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah operasional pertambangan.

Redaksi Ruangwarta.id

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *