KENDARI, RUANGWARTA.ID — Bank Sultra menyalurkan dan memproses fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi dengan total plafon Rp20,55 miliar untuk mendukung percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.
Dukungan pembiayaan tersebut ditujukan kepada pelaksana proyek pembangunan kawasan pesisir yang merupakan bagian dari program nasional di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Berdasarkan keterangan resmi Bank Sultra pada 22 Oktober 2026, terdapat 19 paket proyek KNMP di Sulawesi Tenggara yang telah berkontrak dengan total nilai mencapai Rp203,77 miliar.
Sementara itu, plafon pembiayaan konstruksi yang telah dan sedang diproses Bank Sultra mencapai Rp20,55 miliar. Pembiayaan tersebut terbagi dalam dua kelompok, yakni lima proyek yang telah dilayani kredit dan empat proyek yang masih dalam proses pengajuan atau pemrosesan kredit.
Untuk lima proyek yang telah dilayani kredit, Bank Sultra mencatat total plafon sebesar Rp7,6 miliar. Proyek-proyek tersebut tersebar di Kabupaten Buton Utara, Muna Barat, Muna, Buton Tengah, dan Buton.
Adapun empat proyek yang masih dalam proses kredit memiliki total plafon Rp12,95 miliar. Bank Sultra menyebut wilayah yang terkait dengan proses tersebut meliputi Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan, Wakatobi, Muna, Konawe, Kolaka, dan Kolaka Utara.
Dorong Pembangunan Infrastruktur Pesisir
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, mengatakan dukungan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari peran bank pembangunan daerah dalam mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Andri, fasilitas kredit konstruksi diharapkan membantu pelaksana proyek memenuhi kebutuhan modal kerja selama pembangunan sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan standar kualitas yang ditetapkan.
“Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Sultra siap berdiri di barisan terdepan untuk menyukseskan program-program strategis pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kawasan pesisir melalui proyek Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Andri dalam keterangan resmi perusahaan.
Ia optimistis pembangunan infrastruktur KNMP dapat meningkatkan konektivitas kawasan pesisir sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat nelayan di Sulawesi Tenggara.
Bank Sultra juga menyatakan akan terus mendukung pembiayaan produktif dan inklusif melalui kemitraan dengan pemerintah serta pelaksana proyek.
Nilai Proyek dan Pembiayaan Perlu Dibedakan
Secara keseluruhan, nilai 19 paket proyek KNMP di Sulawesi Tenggara yang disebut telah berkontrak mencapai Rp203,77 miliar. Sementara itu, plafon kredit konstruksi Bank Sultra sebesar Rp20,55 miliar merupakan fasilitas pembiayaan yang telah dilayani dan sedang diproses, bukan keseluruhan nilai pembangunan proyek.
Bank Sultra berharap dukungan pembiayaan tersebut dapat membantu kelancaran pembangunan kawasan nelayan serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Meski demikian, dampak terhadap pendapatan nelayan, penyerapan tenaga kerja lokal, dan peningkatan aktivitas ekonomi masih perlu dinilai berdasarkan pelaksanaan serta hasil pembangunan di lapangan.
Informasi mengenai jadwal penyelesaian proyek, rincian lokasi setiap paket, dan target penerima manfaat belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Redaksi Ruangwarta.id

















