banner 728x250

Kelangkaan BBM Solar Subsidi Diduga Akibat Penimbunan dan Black Market, GMA Sultra Minta APH Bertindak Tegas.

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id, Sulawesi Tenggara — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara dalam beberapa waktu terakhir menuai sorotan dari berbagai pihak. Kondisi ini dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan solar subsidi.

Garda Muda Anoa (GMA) Sultra menilai bahwa kelangkaan ini tidak semata-mata disebabkan oleh distribusi, melainkan kuat dugaan adanya praktik penimbunan serta penyalahgunaan BBM subsidi yang diperjualbelikan di pasar gelap (black market).

Direktur Eksekutif GMA Sultra Muhammad Ikbal Laribae menyampaikan bahwa indikasi tersebut terlihat dari tidak meratanya distribusi di lapangan, sementara di sisi lain ditemukan adanya oknum yang menjual solar subsidi dengan harga di atas ketentuan resmi.

“Kami menduga ada praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang kemudian menjual kembali BBM subsidi melalui jalur ilegal. Ini jelas merugikan masyarakat luas,” ujar ikbal.

Atas kondisi ini, GMA Sultra mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

“Kami meminta APH tidak tinggal diam. Harus ada langkah konkret dan tegas untuk mengusut tuntas dugaan penimbunan dan distribusi ilegal BBM subsidi ini,” tegasnya.

Selain itu, GMA Sultra juga mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran, serta memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat yang benar-benar berhak.

Masyarakat pun diimbau untuk turut serta mengawasi dan melaporkan apabila menemukan adanya praktik penyalahgunaan BBM subsidi di lingkungan masing-masing.

Dengan adanya langkah tegas dari aparat dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan distribusi solar subsidi dapat kembali normal dan tidak lagi merugikan masyarakat kecil.

Redaksi Ruangwarta.id

banner 325x300 alt="banner 325x300" title="banner 325x300" width="325" height="300" loading="lazy" />

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *