banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

Pemuda Munaken Imbau RT/RW Tetap Netral, Soroti Dugaan Muatan Politik Pertemuan Akbar KKMM

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id, KENDARI – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas Pemuda Muna Kendari (Munaken) mengimbau seluruh Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kota Kendari untuk tetap menjaga netralitas serta tidak terlibat dalam kegiatan yang dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis. Imbauan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan Pertemuan Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) yang dijadwalkan berlangsung di kawasan MTQ Square, Kota Kendari, pada 19 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk harapan agar perangkat lingkungan tetap menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara profesional, independen, dan tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat menimbulkan persepsi keberpihakan terhadap kepentingan politik tertentu.

banner 325x300

Perwakilan Pemuda Munaken, La Ode Sarman Patatikenda, mengatakan bahwa RT dan RW merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan. Oleh karena itu, menurutnya, perangkat lingkungan harus tetap menjaga independensi dalam menjalankan tugasnya serta tidak dilibatkan dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Kami berharap RT dan RW tetap fokus menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat tanpa terlibat dalam kegiatan yang dapat menimbulkan persepsi adanya kepentingan politik. Mereka adalah pelayan masyarakat yang harus tetap netral,” ujar Sarman.

Menurutnya, pelaksanaan Pertemuan Akbar KKMM yang akan digelar dalam waktu dekat perlu dipastikan benar-benar menjadi ruang silaturahmi dan penguatan persaudaraan masyarakat Muna. Namun, Pemuda Munaken menilai kegiatan tersebut diduga lebih mengarah pada kepentingan politik dibandingkan agenda sosial maupun pemberdayaan masyarakat.

Sarman menegaskan, setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar semestinya mampu memberikan manfaat nyata, bukan hanya bersifat seremonial. Ia menilai organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Agenda berskala besar seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Masyarakat tentu berharap kegiatan seperti ini juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan secara langsung,” katanya.

Selain itu, Pemuda Munaken juga menyoroti agenda “Seribu Dulang” yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pertemuan Akbar KKMM. Menurut mereka, konsep kegiatan tersebut lebih menonjolkan aspek simbolik dibandingkan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Mereka berpandangan bahwa kegiatan serupa seharusnya dapat menjadi momentum pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha mikro, termasuk para penjual makanan tradisional atau ina-ina yang selama ini menggantungkan penghasilan dari usaha kuliner.

“Kami berharap kegiatan yang melibatkan ribuan orang dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha kecil sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tutur Sarman.

Lebih lanjut, Pemuda Munaken juga menyampaikan evaluasi terhadap kiprah Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM). Menurut mereka, organisasi tersebut perlu memperkuat perannya dalam menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pengembangan kepemudaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Mereka menilai organisasi kemasyarakatan akan memperoleh legitimasi yang kuat apabila mampu memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan yang bersifat insidental.

Pemuda Munaken berharap ke depan KKMM dapat menjadi wadah yang lebih aktif dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Muna, memperkuat solidaritas sosial, serta memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Atas dasar itu, mereka kembali mengimbau seluruh Ketua RT dan RW di Kota Kendari agar tetap menjaga profesionalisme, independensi, dan netralitas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurut mereka, perangkat lingkungan harus mengedepankan kepentingan seluruh warga tanpa terpengaruh oleh kepentingan kelompok maupun kepentingan politik tertentu.

Redaksi Ruangwarta.id

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *