Ruangwarta.id, Konawe Utara — Dalam rangka memperingati Hari Bumi (Earth Day), PT Stargate Pasific Resources kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui pelaksanaan program reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang secara konsisten di wilayah operasionalnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pemulihan lingkungan yang terencana, salah satunya melalui penerapan metode hydroseeding di area Pit Lameruru SIR6 Meranti. Hingga April 2026, progres kegiatan hydroseeding dilaporkan telah mencapai 7,5 hektare dari total target 8 hektare.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemulihan lingkungan berbasis pendekatan bioremediasi yang bertujuan mempercepat proses rehabilitasi lahan bekas tambang. Metode hydroseeding dinilai efektif dalam mempercepat pertumbuhan vegetasi awal, khususnya pada lahan dengan tingkat kesuburan rendah akibat aktivitas pertambangan.
Dalam implementasinya, hydroseeding dilakukan dengan menanam legum cover crop yang memiliki fungsi ekologis penting, di antaranya memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan unsur hara, serta mengurangi risiko erosi. Tanaman penutup ini juga berperan sebagai fondasi awal dalam menciptakan kondisi yang lebih stabil bagi pertumbuhan vegetasi lanjutan.
Selain hydroseeding, perusahaan juga mengembangkan metode revegetasi lain melalui sistem penanaman menggunakan potting bag. Hingga saat ini, metode tersebut telah mencakup area seluas 2,6 hektare dari target 10 hektare. Adapun jenis tanaman yang digunakan meliputi sengon, jambu mete, serta berbagai jenis tanaman buah lainnya yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Program reklamasi dan revegetasi ini telah berlangsung sejak November 2024 dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berdasarkan data internal perusahaan, tingkat keberhasilan tumbuh tanaman mencapai sekitar 90 persen. Capaian ini menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas metode yang diterapkan serta keberhasilan dalam memulihkan fungsi ekologis lahan pascatambang.
Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Tercatat, sedikitnya enam tenaga kerja lokal diberdayakan dalam pelaksanaan program di lapangan. Keterlibatan masyarakat ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Perwakilan PT Stargate Pasific Resources menyampaikan bahwa momentum Hari Bumi menjadi refleksi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, kegiatan reklamasi bukan sekadar kewajiban regulatif, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan kelestarian alam.
“Melalui program yang terencana dan berkelanjutan, kami berupaya memastikan bahwa setiap lahan yang telah dimanfaatkan dapat dipulihkan kembali secara optimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, perusahaan menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga pada pengembalian fungsi ekologis secara menyeluruh. Hal ini mencakup peningkatan kualitas tanah, keberlanjutan vegetasi, serta potensi pemanfaatan lahan di masa depan.
Langkah-langkah tersebut sejalan dengan prinsip green mining yang menekankan pentingnya praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, perusahaan berupaya mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam setiap tahapan operasionalnya.
Dengan capaian yang telah diraih, PT Stargate Pasific Resources menyatakan akan terus memperkuat program reklamasi dan revegetasi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Upaya ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Redaksi








