KENDARI, RUANGWARTA.ID — Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Sulawesi Tenggara bersiap menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Februari 2027 mendatang. Agenda tersebut ditujukan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan strategi perjuangan hak-hak pekerja dan buruh di Sulawesi Tenggara.
Ketua Korwil KSBSI Sultra, Iswanto Sugiarto, mengatakan Rakerwil akan menjadi momentum bagi jajaran pengurus dan federasi yang berafiliasi dengan KSBSI untuk menyatukan visi, memperkuat solidaritas, serta menyusun program kerja yang responsif terhadap persoalan ketenagakerjaan.
Menurut Iswanto, forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga ruang untuk membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perlindungan hak pekerja, sistem pengupahan yang berkeadilan, jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga kepastian hubungan industrial.
Iswanto mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Umum KSBSI Johannes Dartha Pakpahan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada September lalu terkait rencana pelaksanaan Rakerwil Sultra.
“Pada saat Rakernas September kemarin, kami sudah berkoordinasi langsung dengan Ketua Umum agar Rakerwil ini dihadiri Menteri Ketenagakerjaan dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Bapak Said Iqbal,” ujarnya.
Rakerwil tersebut direncanakan melibatkan Ketua Umum KSBSI Johannes Dartha Pakpahan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Said Iqbal selaku Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Kepastian kehadiran para tokoh tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.
KSBSI Sultra juga memperkirakan jumlah peserta kegiatan mencapai ribuan orang. Mereka direncanakan berasal dari jajaran pengurus, anggota serikat pekerja, perwakilan federasi yang berafiliasi dengan KSBSI, serta pemangku kepentingan di bidang ketenagakerjaan.
“Rakerwil ini merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus menyusun strategi perjuangan KSBSI Sulawesi Tenggara agar semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pekerja dan buruh. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran KSBSI benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anggota dan seluruh pekerja,” kata Iswanto.
Soroti Jaminan Sosial dan Pekerja Industri Nikel
Dalam Rakerwil mendatang, KSBSI Sultra akan memberi perhatian terhadap optimalisasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi pekerja formal maupun informal.
Iswanto menilai perlindungan jaminan sosial merupakan bagian penting dari pemenuhan hak pekerja. Karena itu, ia mendorong agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain jaminan sosial, KSBSI Sultra akan menyoroti kondisi ketenagakerjaan di kawasan industri pertambangan dan pengolahan nikel yang berkembang di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Utara.
Menurut Iswanto, pertumbuhan investasi dan pembangunan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan keselamatan kerja, serta penghormatan terhadap kebebasan berserikat.
“Investasi harus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja lokal. Jangan sampai pertumbuhan industri yang begitu pesat justru meninggalkan persoalan ketenagakerjaan yang tidak terselesaikan. Karena itu, KSBSI akan terus mendorong terciptanya hubungan industrial yang adil, harmonis, dan bermartabat,” tegasnya.
Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Perusahaan
Selain membahas isu eksternal, Rakerwil akan diarahkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta mendorong pembentukan dan penguatan serikat pekerja di tingkat perusahaan.
KSBSI Sultra juga berencana meningkatkan kapasitas pengurus melalui pendidikan dan pelatihan advokasi ketenagakerjaan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan organisasi dalam memberikan pendampingan kepada anggota dan memperjuangkan hak pekerja.
Iswanto berharap Rakerwil menghasilkan keputusan serta rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat ditindaklanjuti melalui program kerja di seluruh tingkatan kepengurusan.
“KSBSI Sultra harus hadir sebagai kekuatan organisasi buruh yang mampu memberikan solusi, memperjuangkan keadilan, serta menjadi mitra kritis pemerintah dan dunia usaha. Melalui Rakerwil ini, kami ingin mempertegas komitmen bahwa perjuangan untuk kesejahteraan dan martabat pekerja harus terus diperkuat,” tutupnya.
Melalui Rakerwil yang direncanakan berlangsung pada Februari 2027 tersebut, KSBSI Sultra berharap konsolidasi organisasi semakin kuat dan aspirasi pekerja mendapat perhatian lebih besar dalam kebijakan pembangunan daerah.
Jadwal terperinci, lokasi kegiatan, serta kepastian kehadiran para undangan direncanakan untuk dikonfirmasi lebih lanjut oleh penyelenggara.
Redaksi Ruangwarta.id















