Ruangwarta.id, Kendari — Organisasi Adat Bawaa Pobende Sarano Tolaki (Banderano Tolaki) melakukan pergantian sejumlah pejabat strategis dalam tubuh organisasi melalui rapat koordinasi Dewan Komando yang digelar di Kota Kendari, Minggu (24/5/2026).
Pergantian pengurus tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah konsolidasi organisasi sekaligus penguatan struktur kelembagaan Banderano Tolaki di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam keputusan rapat koordinasi tersebut, Beny Samba yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Wilayah Konawe resmi diangkat menjadi Komandan Divisi Intelijen Banderano Tolaki.
Posisi Komandan Wilayah Konawe selanjutnya dipercayakan kepada Arman untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi di wilayah tersebut.
Selain itu, Amirul Ibonk yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Wilayah Konawe Selatan juga resmi diangkat menjadi Komandan Divisi Logistik dan Rescue.
Jabatan Komandan Wilayah Konawe Selatan kini diemban oleh Dedy Setiawan Amborampe.
Dalam restrukturisasi tersebut, Chandra Daud yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staff Wilayah Kolaka Timur turut diangkat menjadi Komandan Divisi Penyelidikan dan Pelayanan Umum.
Sementara itu, Ikbal yang sebelumnya menjabat sebagai Humas Banderano Tolaki resmi dipercaya memimpin Divisi Penelitian dan Pengembangan Organisasi.
Pergantian pengurus tersebut disebut menjadi bagian dari strategi organisasi untuk memperkuat fungsi koordinasi, intelijen, penyelidikan internal, logistik, pengembangan organisasi, serta penguatan gerakan adat di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara.
Rapat koordinasi Dewan Komando Banderano Tolaki tidak hanya membahas restrukturisasi kepengurusan, tetapi juga membicarakan sejumlah agenda strategis organisasi ke depan.
Salah satu program besar yang menjadi pembahasan utama yakni rencana pembangunan sekretariat Markas Besar Banderano Tolaki sebagai pusat koordinasi dan aktivitas organisasi adat tersebut.
Pembangunan markas besar dinilai penting untuk memperkuat eksistensi organisasi sekaligus menjadi pusat kegiatan adat, sosial, dan konsolidasi masyarakat Tolaki di Sulawesi Tenggara.
Selain pembangunan sekretariat, rapat koordinasi juga membahas rencana pembentukan Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO) Banderano Tolaki.
Pembentukan badan usaha tersebut dirancang sebagai langkah organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat pemberdayaan anggota organisasi maupun masyarakat adat.
Sejumlah sektor usaha disebut mulai dipetakan untuk mendukung keberlangsungan program organisasi ke depan, termasuk bidang logistik, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan usaha berbasis potensi lokal, hingga penguatan ekonomi organisasi adat.
Dalam forum rapat koordinasi tersebut, jajaran Dewan Komando Banderano Tolaki juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan pembangunan daerah.
Mereka berharap restrukturisasi kepengurusan dan program-program strategis yang dirancang dapat memperkuat peran organisasi adat dalam menjaga nilai budaya, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi komunitas adat Tolaki.
Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri sejumlah pengurus wilayah serta unsur Dewan Komando Banderano Tolaki dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Redaksi Ruangwarta.id


















