Ruangwarta.id, Konawe — Forum Pemuda Adat Tolaki (FORDATI) bersama Komunitas Masyarakat Adat Wonua Ndinudu Meluhu kembali akan menggelar kegiatan budaya tahunan bertajuk Teporombu I Wonuando dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya masyarakat Tolaki, sekaligus momentum refleksi spiritual dalam menyambut tahun baru Hijriah. Teporombu I Wonuando tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarat makna kultural dan nilai-nilai kearifan lokal.
Dalam rangkaian kegiatannya, sejumlah prosesi adat akan digelar, di antaranya ritual Mosehe Wonua atau pencucian negeri yang dipercaya sebagai simbol penyucian wilayah dari hal-hal negatif, serta harapan akan keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan juga akan dirangkaikan dengan lomba-lomba budaya dan prosesi pencucian benda pusaka Suku Tolaki yang memiliki nilai historis dan sakral.
Sekretaris Jenderal FORDATI, Sarman, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
“Teporombu I Wonuando bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai adat dan spiritualitas masyarakat Tolaki. Ini juga menjadi bentuk tanggung jawab generasi muda dalam merawat warisan leluhur,” ujarnya.
Menurut Sarman, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat menjadi hal penting agar budaya lokal tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Sementara itu, Ketua Masyarakat Adat Wonua Ndinudu Meluhu, Adjemain Suruambo, menegaskan bahwa ritual Mosehe Wonua memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat.
“Ritual ini adalah bentuk doa dan harapan agar negeri ini dijauhkan dari marabahaya serta diberikan keberkahan. Ini bukan hanya tradisi, tetapi bagian dari jati diri kami sebagai masyarakat adat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini terbuka untuk masyarakat luas sebagai sarana edukasi budaya serta mempererat kebersamaan antarwarga.
Dengan digelarnya Teporombu I Wonuando, diharapkan nilai-nilai budaya Tolaki tetap lestari dan mampu menjadi perekat sosial di tengah dinamika kehidupan modern. Selain itu, momentum Tahun Baru Islam juga diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat spiritualitas serta kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah yang harmonis dan berbudaya.
Redaksi Ruangwarta.id


















