banner 728x250
DAERAH  

Blokade Jalan di Wawolemo Direncanakan 27 April 2026, Banderano Tolaki Pastikan Akses Darurat dan Pelajar Tetap Dibuka

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id, Konawe — Aksi blokade jalan poros provinsi di Desa Wawolemo, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, direncanakan akan dilaksanakan pada Senin (27/4/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes masyarakat atas sengketa tapal batas antara Kecamatan Amonggedo dan Pondidaha yang telah berlangsung selama kurang lebih 17 tahun tanpa kepastian penyelesaian.

Masyarakat bersama unsur Banderano Tolaki menyatakan bahwa penutupan jalan akan dilakukan secara terbatas, bukan total. Akses bagi kendaraan darurat seperti ambulans serta para pelajar dipastikan tetap dibuka selama aksi berlangsung.

banner 325x300

Ponggawa Aha Banderano Tolaki, Hedianto Ismail, menegaskan bahwa aksi ini merupakan langkah terukur dalam memperjuangkan kejelasan wilayah tanpa mengabaikan kepentingan publik.

“Aksi ini adalah bentuk aspirasi masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu kepastian. Namun kami tetap mengedepankan nilai kemanusiaan. Ambulans dan anak-anak sekolah harus tetap bisa melintas,” tegas Hedianto.

Ia juga menekankan bahwa blokade tidak bertujuan mengganggu aktivitas masyarakat secara luas, melainkan sebagai bentuk tekanan agar pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan yang telah berlarut-larut.

Menurutnya, penyelesaian sengketa tapal batas harus mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Bupati tahun 2005 serta Surat Keputusan Bupati tahun 2008.

“Kami hanya meminta pemerintah hadir dan menetapkan batas wilayah sesuai aturan yang sudah ada. Jika itu dilakukan, maka tidak ada alasan bagi kami untuk terus melakukan aksi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Hedianto menyatakan bahwa aksi blokade akan dibuka sepenuhnya apabila pemerintah daerah turun langsung menemui masyarakat dan memberikan kepastian hukum atas batas wilayah tersebut.

Warga berharap, kehadiran pemerintah dapat menjadi solusi konkret atas konflik tapal batas yang selama ini memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait rencana aksi maupun langkah penyelesaian sengketa tapal batas di wilayah tersebut.

Redaksi Ruangwarta.id

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *