banner 728x250 banner 728x250

Prabowo Kumpulkan Para Mantan Presiden di Istana, Bahas Dampak Geopolitik Global

Pertemuan di Istana Merdeka membahas mitigasi dampak konflik global terhadap stabilitas Indonesia.

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id|Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan presiden dan wakil presiden ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam (3/3/2026), dalam sebuah pertemuan yang disebut sebagai silaturahmi sekaligus diskusi strategis mengenai perkembangan geopolitik global yang tengah memanas.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan internasional, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dengan koalisi negara Barat dan Israel. Situasi tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan keamanan global, termasuk Indonesia.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin mendengarkan pandangan serta masukan dari para pemimpin terdahulu guna merumuskan langkah mitigasi terhadap dampak geopolitik yang mungkin dirasakan Indonesia.

“Presiden ingin memberikan update mengenai situasi geopolitik terbaru sekaligus mendengar masukan dari para presiden terdahulu sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah mitigasi bagi bangsa dan negara,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Selain diskusi mengenai perkembangan global, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk menyampaikan hasil komunikasi dan informasi yang diperoleh setelah kunjungan diplomatiknya ke sejumlah negara beberapa waktu lalu. Pemerintah menilai dinamika geopolitik saat ini berpotensi berdampak pada sektor energi, perdagangan, hingga stabilitas ekonomi nasional.

Sejumlah tokoh nasional terlihat hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta beberapa mantan wakil presiden seperti Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin. Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan pimpinan partai politik.

Ajudan Presiden Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Presiden ke-7 RI tersebut akan menghadiri undangan Presiden Prabowo yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB di Istana Merdeka.

Selain membahas dinamika geopolitik global, diskusi juga menyinggung kesiapan Indonesia menghadapi dampak konflik internasional, termasuk kemungkinan gangguan terhadap pasokan energi dunia serta stabilitas ekonomi global.

Dalam perkembangan terkait, Menteri Luar Negeri Sugiono juga menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif terkait keselamatan warga negara Indonesia di wilayah konflik, termasuk opsi evakuasi bertahap bagi WNI di Iran apabila situasi keamanan semakin memburuk.

Sugiono menegaskan bahwa Indonesia tetap mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Pemerintah bahkan menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mediator guna menurunkan eskalasi konflik internasional yang terjadi.

“Indonesia menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan dan membuka ruang dialog agar konflik tidak semakin meluas,” kata Sugiono.

Pertemuan di Istana tersebut dipandang sebagai langkah strategis Presiden Prabowo untuk memperkuat komunikasi lintas generasi kepemimpinan nasional dalam menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, forum tersebut juga menjadi simbol persatuan elite politik Indonesia di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.

Di tengah situasi global yang penuh dinamika, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia akan tetap menjaga stabilitas nasional, memperkuat ketahanan ekonomi, serta aktif mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui diplomasi internasional.

Redaksi Ruangwarta.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *