banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250

30 Hari Mengabdi, Mahasiswa KKN UHO Tinggalkan Warisan Digital untuk Desa Puulemo

banner 120x600
banner 468x60

 

KOLAKA, Ruangwarta.id — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) di Desa Puulemo, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, resmi menuntaskan masa pengabdian selama 30 hari.

banner 325x300

Selama berada di tengah masyarakat, para mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berupaya menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat nyata dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan setelah masa KKN berakhir.

Bagi mahasiswa KKN UHO di Desa Puulemo, konsep KKN Berdampak tidak seharusnya berhenti sebagai slogan, seremoni, atau dokumentasi kegiatan. Pengabdian dinilai memiliki makna apabila program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan oleh pemerintah desa.

Koordinator Desa (Kordes) KKN UHO Desa Puulemo, Ildam Saputra, mengatakan keberadaan mahasiswa di desa harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah desa.

“Kami tidak ingin KKN hanya menjadi formalitas. Selama 30 hari, kami bekerja untuk membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa UHO di tengah masyarakat harus meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan bisa terus dilanjutkan setelah kami kembali ke kampus,” ujar Ildam.

Salah satu program yang menjadi bagian penting dari pengabdian mahasiswa adalah pembuatan Peta Desa dan Website Desa. Kedua program tersebut dirancang sebagai sarana pendukung bagi pemerintah desa dalam mengelola informasi sekaligus memperkenalkan potensi Desa Puulemo kepada masyarakat secara lebih luas.

Website desa juga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses transformasi digital di tingkat pemerintahan desa. Melalui platform tersebut, informasi mengenai desa dapat disajikan secara lebih mudah, terstruktur, dan dapat diakses oleh masyarakat.

Menurut Ildam, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan hingga tingkat desa. Pemerintah desa dinilai perlu memiliki kemampuan untuk mengelola informasi secara mandiri agar transformasi digital tidak hanya terpusat pada pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

“Website desa yang kami buat jangan berhenti ketika KKN selesai. Kami berharap pemerintah desa dapat meneruskan dan mengelolanya secara aktif. Karena teknologi akan terus berkembang dan desa harus ikut bergerak. Apa yang kami bangun hari ini harus menjadi awal, bukan akhir,” katanya.

Selain Peta Desa dan Website Desa, mahasiswa KKN UHO juga melaksanakan sejumlah program kerja lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masyarakat Desa Puulemo.

Program-program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Interaksi selama masa pengabdian sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus memahami secara langsung dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Ildam menegaskan, keberhasilan KKN tidak dapat diukur hanya dari jumlah program yang berhasil dilaksanakan. Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah keberlanjutan dan manfaat yang ditinggalkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.

“Kami tidak mengukur keberhasilan hanya dari banyaknya kegiatan yang kami laksanakan. Bagi kami, keberhasilan itu ketika setelah kami pulang, masyarakat masih merasakan manfaat dan pemerintah desa masih menggunakan serta mengembangkan apa yang telah kami tinggalkan,” tuturnya.

Setelah 30 hari mengabdi, mahasiswa KKN UHO Desa Puulemo berharap seluruh program yang telah dilaksanakan tidak berhenti sebagai bagian dari laporan akhir akademik. Sebaliknya, program tersebut diharapkan menjadi pijakan awal bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.

“Kami datang bukan untuk sekadar singgah. Kami datang untuk mengabdi, bekerja, dan meninggalkan bukti. Karena KKN Berdampak bukan tentang berapa lama kami berada di desa, tetapi tentang apa yang kami tinggalkan setelah kami pergi,” pungkas Ildam.

Laporan: Ildam Saputra
Editor: Redaksi Ruangwarta.id

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *