WAKATOBI, ruangwarta.id – Semangat kolaborasi lintas daerah dan negara ditunjukkan mahasiswa asal Kabupaten Buton Utara, Ersin Saputra, bersama mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO). Para mahasiswa hadir di tengah masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat setempat.
Kolaborasi tersebut mempertemukan mahasiswa yang memiliki pengalaman akademik dan perspektif global dengan mahasiswa yang memahami konteks sosial dan budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.
Perpaduan perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya pelaksanaan kegiatan pengabdian sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi generasi muda.
Dari Kampus untuk Masyarakat
Bagi para mahasiswa, pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan sekaligus membangun kepedulian sosial.
Kehadiran mereka di Wakatobi diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong tumbuhnya berbagai inisiatif positif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Salah satu mahasiswa yang terlibat mengatakan perbedaan tempat menempuh pendidikan tidak seharusnya menjadi batas untuk berkontribusi bagi daerah.
“Di manapun kita menempuh pendidikan, pada akhirnya ilmu dan pengalaman yang kita miliki harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin belajar bersama masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata untuk daerah,” ujarnya.
Selain berinteraksi dengan masyarakat, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para mahasiswa untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, dan membangun kemungkinan kerja sama di masa mendatang.
Kolaborasi antara mahasiswa daerah dan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri juga menunjukkan bahwa pengabdian dapat dibangun melalui jaringan anak muda yang melampaui batas geografis.
Dari Wakatobi, para mahasiswa membawa pesan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di berbagai tempat dapat kembali dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Semangat tersebut diharapkan terus berkembang melalui keterlibatan lebih banyak generasi muda dalam kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah.
Bersinergi, mengabdi, dan bertumbuh bersama masyarakat menjadi semangat yang dibawa dari Wakatobi untuk kontribusi yang lebih luas bagi Indonesia.
Laporan: Ildam Saputra
Editor: Redaksi Ruangwarta.id


















