Ruangwarta.id, Konawe — Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, lahir sebuah gerakan kepemudaan yang berkomitmen mengawal pembangunan daerah sekaligus memperkuat posisi masyarakat lokal dalam arus industrialisasi.
Forum Pemuda Kecamatan Morosi resmi hadir sebagai wadah konsolidasi generasi muda yang bertujuan membangun kolaborasi, memperkuat partisipasi sosial, serta mendorong keterlibatan pemuda dalam berbagai isu pembangunan yang berkembang di kawasan industri Morosi.
Kehadiran forum tersebut dinilai menjadi respons atas perubahan sosial dan ekonomi yang terus berlangsung seiring meningkatnya investasi dan aktivitas industri di wilayah tersebut.
Founder Forum Pemuda Kecamatan Morosi, Andisa, mengatakan generasi muda harus mampu mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai dinamika yang muncul akibat perkembangan kawasan industri.
Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi yang masuk ke daerah, melainkan harus tampil sebagai subjek pembangunan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin pemuda Morosi hadir sebagai kekuatan perubahan. Bukan hanya menjadi bagian dari industri sebagai tenaga kerja, tetapi juga menjadi mitra kritis yang mampu mengawal pembangunan agar berjalan secara adil, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal,” ujar Andisa.
Ia menilai perkembangan industri telah membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun di sisi lain, industrialisasi juga menghadirkan berbagai tantangan yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda, mulai dari persoalan lingkungan, sosial kemasyarakatan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, Forum Pemuda Kecamatan Morosi berkomitmen menjadi ruang kolaborasi yang mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, produktif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi global.
Dalam pandangannya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri. Kemampuan generasi muda dalam mengakses informasi, menguasai teknologi, serta beradaptasi terhadap perubahan menjadi modal penting dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kepentingan masyarakat.
Mengutip pemikiran Albert Einstein yang menyebut pemuda sebagai sumber kekayaan intelektual dan gagasan masa depan, Forum Pemuda Kecamatan Morosi menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar generasi muda tidak kehilangan peran dalam menentukan arah pembangunan daerahnya sendiri.
Selain mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, forum tersebut juga berkomitmen memperkuat fungsi sosial kontrol terhadap berbagai aktivitas yang berlangsung di kawasan industri, termasuk isu ketenagakerjaan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Menurut Andisa, industrialisasi harus menjadi momentum peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sebaliknya melahirkan kesenjangan sosial di tengah daerah yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Kami ingin memastikan pembangunan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, perlindungan lingkungan, dan terbukanya ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berkembang,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masa depan daerah, Forum Pemuda Kecamatan Morosi diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda yang adaptif, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi di tengah transformasi kawasan industri yang terus berkembang.
Keberadaan forum tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemuda Morosi siap mengambil peran lebih besar dalam mengawal arah pembangunan daerah agar tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keadilan sosial dan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Reporter: Beny Samba
Editor: Redaksi Ruangwarta.id


















