KENDARI, ruangwarta.id – Pelayanan Poli Ortopedia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari untuk sementara tidak beroperasi hingga 3 Agustus 2026. Di tengah penghentian sementara layanan tersebut, sistem pendaftaran pasien secara daring (online) dilaporkan masih dapat diakses, sehingga menuai sorotan dari sejumlah pihak.
Salah satu yang menyoroti kondisi tersebut adalah Kepala Bidang Pers Media Online KOPDA Sulawesi Tenggara, Beni Samba. Menurutnya, tetap dibukanya layanan pendaftaran online saat pelayanan poli tidak berjalan berpotensi menimbulkan kebingungan bagi masyarakat yang telah mendaftar untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Kota Kendari, pelayanan Poli Ortopedia dihentikan sementara karena dokter spesialis yang bertugas sedang memiliki agenda atau kegiatan lain di luar rumah sakit.
Menanggapi hal tersebut, Beni menilai manajemen rumah sakit perlu memastikan sistem informasi pelayanan berjalan selaras dengan kondisi layanan di lapangan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas sebelum melakukan pendaftaran.
“Apabila pelayanan memang tidak tersedia untuk sementara waktu, seharusnya informasi tersebut juga tercermin pada sistem pendaftaran online sehingga masyarakat tidak mengalami kebingungan atau datang ke rumah sakit tanpa mendapatkan layanan yang dibutuhkan,” ujar Beni.
Ia juga berpendapat bahwa rumah sakit perlu memiliki langkah antisipatif apabila dokter spesialis berhalangan menjalankan pelayanan, misalnya dengan mengatur jadwal pengganti atau mekanisme pelayanan lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Beni, sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah, RSUD Kota Kendari diharapkan tetap mengutamakan kepastian pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan spesialis.
Selain itu, KOPDA Sultra berencana menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota Kendari dan Dinas Kesehatan Kota Kendari agar dilakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, termasuk mekanisme penyampaian informasi kepada masyarakat dan pengelolaan jadwal pelayanan dokter spesialis.
Beni berharap evaluasi tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan serta mencegah terulangnya persoalan serupa di kemudian hari.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak manajemen RSUD Kota Kendari mengenai alasan tetap dibukanya sistem pendaftaran online selama pelayanan Poli Ortopedia dihentikan sementara maupun langkah yang disiapkan untuk mengakomodasi pasien yang telah mendaftar.
Sumber: Beny Samba
Editor: Redaksi Ruangwarta.id


















