banner 728x250 banner 728x250

JAM Sultra Desak Penutupan Dapur MBG yang Diduga Berdampingan dengan Sarang Walet di Mowila

banner 120x600
banner 468x60

Ruangwarta.id, Konawe Selatan – Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Tenggara (JAM Sultra) menyoroti keberadaan dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, yang diduga berdampingan dengan bangunan sarang burung walet. Kondisi ini dinilai berpotensi melanggar prinsip kesehatan lingkungan, sanitasi pangan, serta standar kebersihan fasilitas pengolahan makanan.

Aktivis JAM Sultra, Suar Santo, menegaskan bahwa dapur MBG sebagai fasilitas penyedia makanan bagi masyarakat—terutama anak-anak sebagai penerima manfaat—seharusnya berada di lokasi yang memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan keamanan pangan. Keberadaan bangunan sarang burung walet yang berada sangat dekat dengan dapur pengolahan makanan dinilai berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan.

Menurutnya, bangunan sarang walet identik dengan bau menyengat, kotoran burung, serta potensi berkembangnya bakteri dan mikroorganisme yang dapat mengganggu kesehatan. Jika kondisi tersebut benar terjadi di sekitar dapur MBG, maka hal itu berpotensi mengancam kualitas dan keamanan makanan yang diproduksi.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. Namun pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan standar kesehatan lingkungan. Dapur pengolahan makanan tidak seharusnya berdampingan dengan sarang burung walet,” tegas Suar Santo.

Sementara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mowila, menyampaikan bahwa terkait masalah tersebut pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan klarifikasi karena yang lebih berwenang adalah Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Sultra.

“Kami tidak bisa memberikan klarifikasi terkait hal itu, kami tak punya kewenangan silahkan menanyakan langsung yang mempunyai kapasitas, yaitu Korwil BGN Sultra” Ucapnya saat di konfirmasi melalui via Wahtshap

Pemilik sarang burung walet di wilayah Mowila sekaligus pemilik lahan Dapur MBG menegaskan bahwa keberadaan bangunan sarang walet tersebut telah di sampaikan untuk sebelum berdiri dapur MBG untuk tidak mengfungsikan sarang walet tersebut” ucap Ibu Aji (Nama sapaan) .

Dalam upaya memastikan kondisi di lapangan, awak media mencoba melakukan konfirmasi sekaligus dokumentasi terhadap bangunan sarang burung walet yang berada di sekitar dapur MBG tersebut. Namun, pemilik bangunan engan memberikan akses kepada awak media untuk melakukan dokumentasi guna memastikan apakah bangunan tersebut masih beroperasi atau tidak.

Sikap tertutup tersebut justru menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, di lokasi bangunan masih terdengar suara radio pemanggil burung walet yang aktif, alat yang umumnya digunakan untuk menarik burung walet masuk ke dalam bangunan sarang. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa aktivitas sarang burung walet tersebut masih berjalan.

Atas temuan tersebut, JAM Sultra mendesak Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi lapangan secara menyeluruh terhadap keberadaan dapur MBG tersebut.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya potensi pelanggaran terhadap standar kesehatan dan sanitasi lingkungan, JAM Sultra meminta agar operasional dapur MBG tersebut segera dihentikan sementara atau dipindahkan ke lokasi yang lebih layak dan aman.

Suar Santo menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikan oleh JAM Sultra merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial masyarakat agar program MBG benar-benar berjalan sesuai dengan prinsip kesehatan dan keselamatan pangan.

“Kami tidak menolak program MBG. Justru kami mendukung penuh program tersebut. Namun pelaksanaannya harus sesuai standar kesehatan. Jangan sampai dapur pengolahan makanan bergizi berada di lingkungan yang berpotensi mencemari kualitas makanan yang akan dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

JAM Sultra juga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dari pemerintah dan instansi terkait demi memastikan bahwa program MBG benar-benar dijalankan dengan memperhatikan standar kesehatan, keamanan pangan, serta kepentingan masyarakat luas.

Laporan: Ildam Saputra

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *