Ruangwarta.id — Kendari, Sulawesi Tenggara –(20 maret 2026), Sebuah peristiwa kekerasan terjadi di kawasan Abeli Dalam, Puwatu, Kota Kendari. Seorang pria bernama Rusdin mengalami pembegalan yang mengejutkan. Kejadian tersebut terjadi ketika Rusdin sedang dalam perjalanan menuju rumah atasannya.
Menurut keterangan dari Rusdin, sebelum insiden itu terjadi, ia sedang dalam perjalanan menuju rumah bosnya setelah menerima telepon yang memberitahukan bahwa ada pekerjaan yang perlu diselesaikan. “Sekitar pukul 03.05 Saya sedang berada di Poahara, dan tiba-tiba bos saya menelepon, memberitahukan bahwa ada pekerjaan yang harus saya kerjakan, lalu saya diminta untuk menumpang mobil dari Poahara menuju persimpangan Abeli,” ujarnya.
Namun, saat menunggu kendaraan berikutnya,Di jam 3.40 dua orang pria yang mengendarai motor tiba-tiba datang, memutar balik, dan langsung mendekati Rusdin. Tanpa basa-basi, salah satu pelaku langsung meminta handphone dan tas milik Rusdin. Ketika Rusdin menolak untuk menyerahkan barang-barangnya, salah satu pelaku langsung menyerangnya dengan senjata tajam jenis Samurai di bagian bahu.
“Saya sempat melawan, saya ambil batu dan lemparkan ke kepala pelaku. Kepala mereka pecah, dan saya langsung berlari ke hutan untuk bersembunyi. Saya bersembunyi selama satu jam karena kaget dan tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini,” tambahnya.
Setelah kejadian tersebut, pelaku mundur dan meninggalkan Rusdin yang sedang bersembunyi di hutan. Rusdin mengungkapkan bahwa dirinya tidak terluka,ini kuasa allah saya sempat di tebas 3x saya tidak luka, ia tidak melapor ke pihak berwajib karena merasa kesulitan dan bingung.
Akibat kejadian Tersebut Rusdin mengalami salah urat bagian betis, dia bengkak betisku gara-Gara samurai sempat saya di tebas di betis tadi subu, tutupnya.
Laporan: Ildam Saputra


















